Jumat, 06 April 2012

Komodo, Bus Gandeng Buatan Indonesia


Berbicara bus gandeng yang beroperasi di Indonesia, khususnya Jakarta, yang terlintas adalah pasti diimport dari luar negeri. Lebih spesifik lagi pasti dari China. Mungkin tak ada salahnya pendapat itu, karena dua tahun belakangan ini ASEAN � China Free Trade Agreement (perjanjian perdagangan ASEAN dan China - ACFTA) sedang gencar-gencarnya. Alhasil banyak produk China masuk ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Apalagi, beberapa unit bus gandeng yang beroperasi untuk bus Transjakarta memang didatangkan utuh dari China.

Tak banyak orang yang mengetahui sepak terjang PT. Asian Auto Internasional. Adalah Budy Muljadi, Direktur Produksi PT AAI, yang menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya perakitan bus gandeng di Indonesia. PT AAI ini sejak hampir empat tahun silam memproduksi bus gandeng berlabel KOMODO.

�Awalnya dari pertemuan meja kecil saja antara saya dan beberapa teman. Saya dan beberapa teman berpikir, kami bisa, bangsa Indonesia mampu merakit bus gandeng,� ujar Budy sambil menerawang.

Merakit bus sendiri adalah cita-cita Budy sejak lama. Wajar, di dalam dirinya mengalir darah kreatif karoseri bus. Sebelum di AAI, tak kurang dari 15 tahun Budy berkiprah bersama keluarga besarnya di Rahayu Santosa, salah satu karoseri besar di Indonesia.

Tak puas hanya membentuk body bus, Budy banyak belajar dan berdiskusi dengan berbagai kalangan. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan seorang pengusaha Malaysia M. Aman. �Agak nekat juga kalo dipikir-pikir waktu itu. Kami mulai satu-satu. Dari bengkel kecil kami mengutak-atik chasis, cari mesin yang cocok sampai akhirnya nemu formula awal untuk prototype kami,� kata dia.

Jalan panjang pun ditempuh. Serangkaian tes, kegagalan, sampai akhirnya terwujud sebuah bus gandeng. Begitu bus tercipta, jalan berliku harus ditempuh. Tak cukup melengkapi perijinan. Uji kelayakan dari pihak-pihak terkait, hingga kepercayaan akan kualitas bus ini bukanlah hal yang mudah diraih. Maklum, bus gandeng hanya bisa ditemui berkeliaran bebas di jalan-jalan negeri tetangga.


Satu persatu upaya menumbuhkan kepercayaan dibangun. Prototype KOMODO dipamerkan di berbagai kesempatan. Mulai pameran di Kementerian Perindustrian, hingga sempat �mampir� di halaman Istana Wakil Presiden di tahun 2007. �Wah bagus juga bus ini,� begitu Jusuf Kalla, Wakil Presiden saat itu.

Dan kepercayaan pun datang, saat PT Ekasari Lorena ikut dalam pengadaan bus TransJakarta koridor V. KOMODO yang identik dengan warisan hayati Indonesia yang mendunia ini, akhirnya beroperasi melayani warga Jakarta. Meski hanya 13 unit, perlahan namun pasti kepercayaan itu mulai didapat. Tahun 2010 PT AAI ikut pengadaan bus TransJakarta, dan 25 unit KOMODO dibuat untuk Koridor IX dan X. �Sebelumnya Empat unit juga dibeli PPD untuk TransJakarta di 2010, jadi total KOMODO yang sudah beroperasi di Jakarta ada 42 unit,� kata Budy.

Di workshopnya di Selatan Jakarta, Budy memimpin produksi dua hingga tiga unit chasis KOMODO per minggunya. Ini tentu jauh dari kesan sebuah pabrik besar. Namun, ilmu rancang bangun bus dan semangat orang-orang yang terlibat dalam pusat perakitan ini patut menjadi panutan.

Rekayasa teknologi ini ternyata juga mereka patenkan. Bus gandeng KOMODO ini bukan yang pertama kali di Indonesia, ada INOBUS. Tetapi KOMODO adalah bus gandeng pertama yang dibuat secara massal di Indonesia. Wajar jika PT AAI mendaftarkan produknya ke Kemenhukham. �KOMODO tidak seperti bus-bus gandeng yang banyak di produksi negara lain di dunia karena lantainya yang tinggi. Umumnya, bus gandeng berlantai berlantai rendah,� ujar Budy merendah.


Hasil kerja keras PT AAI untuk melahirkan KOMODO juga diakui pemerintah. Akhir 2008 Anugerah Rintisan Teknologi Industri 2008 yang diserahkan langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk inovasi KOMODO. Di tengah Gerakan 100 persen CINTA Produk Indonesia, karya anak bangsa yang belakangan bergaung, KOMODO menjadi kebanggaan Indonesia dalam sejarah perkembangan industri bus dunia.

sumber

Rabu, 04 April 2012

Bantu Mobil Pecah Ban, Aiptu Agus Tenar di Twitter

Foto: Aiptu Agus Menolong Pengguna Jalan/TMC

Nama Aiptu Agus mendadak menjadi perbincangan di twitter. Foto Aiptu Agus yang menolong pengguna jalan yang ban mobilnya pecah di Kuningan mendapatkan banyak komentar positif pengguna twitter. 

Dalam foto tersebut terlihat Aiptu Agus sedang membantu mobil Kijang yang pecah ban di Kuningan. Mobil tua bernomor polisi BE 2602 AI ini menepi di lajur kiri jalan. Terlihat 6 orang berpenampilan sederhana yang berkerumun di sekitar mobil ini. Mereka mengenakan sandal jepit, bahkan ada yang bertelanjang kaki. Seorang di antaranya tampak kepanasan sehingga melindungi kepalanya dengan kemeja. 

Ada seorang penumpang mobil yang masuk ke kolong mobil, mencoba memperbaiki. Terlihat juga Aiptu Agus yang mengenakan rompi polisi kuning dan seragam coklat berjongkok di belakang mobil itu, mencoba membantu. 

Foto itu pertama kali diposting Selasa (3/4/2012), sekitar pukul 09.42 WIB oleh Kompol Budiyono. Budiyono yang memiliki account twitter @budi_9a ini kemudian memention foto ini ke @TMCPoldaMetro. Foto yang ini kemudian di-retweet oleh TMC. 

Setelah foto di-retweet muncullah berbagai komentar mengenai foto tersebut. Banyak pengguna twitter menilai positif apa yang dilakukan oleh Aiptu Agus. @nangcoy menyatakan 'bangga kpd Aiptu Agus, mmbantu tnp pamrih.Jadikan contoh positif.Dmana & kpn pun kita berda'. 

Pujian lain datang dari @syuhapraw yang menyatakan 'Kita lbh mbutuhkn pak polisi yang membantu masy'. Pujian serupa juga diungkapakan @emilkusumo yang menyatakan 'Aiptu agus W ini lg byk dipuji pengendara bermotor krn mau bantuin ganti ban mobil saat tugas. Gak perlu ganteng ato joget2 utk dikagumi'.

Namun ada juga yang menanyakan apakah bantuan yang dilakukan Aiptu Agus ini gratis. Misalnya saja 
ada menulis 'Tanpa imbalan kan ?' Pernyataan yang hampir serupa juga dilontarkan tweep lainnya 'Mudah2an bukan sekedar pencitraan :)'. Saking tenarnya Aiptu Agus, tweeps yang tidak mengikuti "riwayat" Aiptu Agus sejak awal, bertanya-tanya siapa sih Aiptu Agus kok banyak yang menyebut.

Mengupas Sejarah Pelacuran di Indonesia


Pelacuran telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22). Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah.

Pada masa itu, konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya, tidak hanya tanah dan harta benda, tetapi juga nyawa hamba sahaya. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri.

Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan.

Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.

Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota.

Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).

Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir.

Perlakuan terhadap perempuan sebagai barang dagangan tidak terbatas hanya di Jawa, kenyataan juga terjadi di seluruh Asia, di mana perbudakan, sistem perhambaan dan pengabdian seumur hidup merupakan hal yang biasa dijumpai dalam sistem feodal. Di Bali misalnya, seorang janda dari kasta rendah tanpa adanya dukungan yang kuat dari keluarga, secara otomatis menjadi milik raja. Jika raja memutuskan tidak mengambil dan memasukkan dalam lingkungan istana, maka dia akan dikirim ke luar kota untuk menjadi pelacur. Sebagian dari penghasilannya harus diserahkan kepada raja secara teratur (ENI, dalam Hull; 1997:3).

Bentuk industri seks yang lebih terorganisasi berkembang pesat pada periode penjajahan Belanda (Hull; 1997:3). Kondisi tersebut terlihat dengan adanya sistem perbudakan tradisional dan perseliran yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan seks masyarakat Eropa. Umumnya, aktivitas ini berkembang di daerah-daerah sekitar pelabuhan di Nusantara. Pemuasan seks untuk para serdadu, pedagang, dan para utusan menjadi isu utama dalam pembentukan budaya asing yang masuk ke Nusantara.

Dari semula, isu tersebut telah menimbulkan banyak dilema bagi penduduk pribumi dan non-pribumi. Dari satu sisi, banyaknya lelaki bujangan yang dibawa pengusaha atau dikirim oleh pemerintah kolonial untuk datang ke Indonesia, telah menyebabkan adanya permintaan pelayanan seks ini. Kondisi tersebut ditunjang pula oleh masyarakat yang menjadikan aktivitas memang tersedia, terutama karena banyak keluarga pribumi yang menjual anak perempuannya untuk mendapatkan imbalan materi dari para pelanggan baru (para lelaki bujangan) tersebut. Pada sisi lain, baik penduduk pribumi maupun masyarakat kolonial menganggap berbahaya mempunyai hubungan antar ras yang tidak menentu.

Perkimpoian antar ras umumnya ditentang atau dilarang, dan perseliran antar ras juga tidak diperkenankan. Akibatnya hubungan antar ras ini biasanya dilaksanakan secara diam-diam. Dalam hal ini, hubungan gelap (sebagai suami-istri tapi tidak resmi) dan hubungan yang hanya dilandasi dengan motivasi komersil merupakan pilihan yang tersedia bagi para lelaki Eropa. Perilaku kehidupan seperti ini tampaknya tidak mengganggu nilai-nilai sosial pada saat itu dan dibiarkan saja oleh para pemimpin mereka. (Hull; 1997:4).

Situasi pada masa kolonial tersebut membuat sakit hati para perempuan Indonesia, karena telah menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan secara hukum, tidak diterima secara baik dalam masyarakat, dan dirugikan dari segi kesejahteraan individu dan sosial. Maka sekitar tahun 1600-an, pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang keluarga pemeluk agama Kristen mempekerjakan wanita pribumi sebagai pembantu rumah tangga dan melarang setiap orang mengundang perempuan baik-baik untuk berzinah. Peraturan tersebut tidak menjelaskan apa dan mana yang dimaksud dengan perempuan �baik-baik�.

Pada tahun 1650, �panti perbaikan perempuan� (house of correction for women) didirikan dengan maksud untuk merehabilitasi para perempuan yang bekerja sebagai pemuas kebutuhan seks orang-orang Eropa dan melindungi mereka dari kecaman masyarakat. Seratus enam belas tahun kemudian, peraturan yang melarang perempuan penghibur memasuki pelabuhan �tanpa izin� menunjukkan kegagalan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sifat toleransi komersialisasi seks pada saat itu (ENOI, dalam Hull; 1997:5).

Tahun 1852, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang menyetujui komersialisasi industri seks tetapi dengana serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi ini. Kerangka hukum tersebut masih berlaku hingga sekarang. Meskipun istilah-istilah yang digunakan berbeda, tetapi hal itu telah memberikan kontribusi bagi penelaahan industri seks yang berkaitan dengan karakteristik dan dialek yang digunakan saat ini. Apa yang dikenal dengan wanita tuna susila (WTS) sekarang ini, pada waktu itu disebut sebagai �wanita publik� menurut peraturan yang dikeluarkan tahun 1852.

Dalam peraturan tersebut, wanita publik diawasi secara langsung dan secara ketat oleh polisi (pasal 2). Semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit syphilis atau penyakit kelamin lainnya (pasal 8, 9, 10, 11).

Jika seorang perempuan ternyata berpenyakit kelamin, perempuan tersebut harus segera menghentikan praktiknya dan harus diasingkan dalam suatu lembaga (inrigting voor zieke publieke vrouwen) yang didirikan khusus untuk menangani perempuan berpenyakit tersebut. Untuk memudahkan polisi dalam menangani industri seks, para wanita publik tersebut dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil.

Sayangnya peraturan perundangan yang dikeluarkan tersebut membingungkan banyak kalangan pelaku di industri seks, termasuk juga membingungkan pemerintah. Untuk itu pada tahun 1858 disusun penjelasan berkaitan dengan peraturan tersebut dengan maksud untuk menegaskan bahwa peraturan tahun 1852 tidak diartikan sebagai pengakuan bordil sebagai lembaga komersil. Sebaliknya rumah pelacuran diidentifikasikan sebagai tempat konsultasi medis untuk membatasi dampak negatif adanya pelacuran. Meskipun perbedaan antara pengakuan dan persetujuan sangat jelas bagi aparat pemerintah, tapi tidak cukup jelas bagi masyarakat umum dan wanita publik itu sendiri. 



sumber

Awas, Tubuh Jadi Bungkuk Akibat Terlalu Asyik Memainkan Ponsel

img 
Bekerja di depan komputer dan terlalu asyik memainkan Blackberry atau ponsel sepanjang hari, bisa membuat postur tubuh jadi bungkuk. Hal itu karena saat kita berkonsentrasi pada layar komputer atau ponsel, tubuh secara tak sadar akan condong ke depan dan akhirnya membentuk bahu yang tampak menciut.

Jika dibiarkan, postur tersebut akan permanen dan menyebabkan bahu maupun punggung mudah lelah dan pegal setelah beraktivitas. Jika Anda terlanjur memiliki postur tubuh yang kurang sempurna karena faktor di atas, jangan khawatir. Ada cara praktis untuk mengatasinya, yaitu dengan melakukan latihan internal rotation (yang fokus pada latihan otot punggung, bahu, tangan, perut dan pinggul).

"Hal ini perlu untuk menyeimbangkan otot dada yang sudah condong ke depan karena kebiasaan terlalu lama di depan komputer atau mengetik BB," ujar Henry, seorang physical exerrcise consultant dalam acara peluncuran Nutrilite Diet Program di Plaza Bapindo, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Latihan otot punggung bisa dilakukan dengan push-up, plank (posisi punggung, bokong, paha dan kaki sejajar membentuk seperti papan lurus) dan crunch (gerakan seperti sit-up namun punggung bagian bawah tetap menempel di lantai). Latihan ini berfungsi membuat punggung lebih stabil serta melatih otot dalam perut. Untuk plank, Henry menyarankan melakukannya selama 20-60 detik per sesi sesuai kemampuan, rilekskan badan sejenak lalu ulangi posisi kembali.

Sementara push-up, disarankan posisi lengan lurus dengan telapak menempel pada lantai. Gerakan ini berfungsi mengembalikan kestabilan bahu.

Selain latihan otot punggung, lakukan juga fleksibilitas. Latihan ini bisa berupa yoga dan pilates. Fungsinya adalah untuk membuat daya jangkau tangan lebih jauh sehingga tidak mudah cedera.

"Latihan sebaiknya tidak menggunakan beban. Hindari juga sit-up karena akan berefek kurang baik pada lower back," tambah instruktur fitnes yang bekerja secara freelance ini.

Menurut Henry agar hasilnya lebih efektif, olahraga sebaiknya dilakukan bervariasi. Misalnya jika Anda memiliki jadwal latihan tiga kali seminggu, lakukan push-up dan plank di hari pertama; crunch dan yoga di hari kedua serta pilates di hari ketiga. Selamat mencoba!



sumber

12 Air terjun Tertinggi di Indonesia

12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Terletak di kaki Gunung Lawu (2632 mdpl), 27 km dari Kab. Karang anyar, Jawa Tengah. Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.


11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter)
Terletak di Desa Cisarua, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.


10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)
Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan dikelilingi dengan hutan alam yang indah.



9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)
Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kabupaten Tanjung Agung, sekitar 56 kilometer Selatan Kabupaten Muara Enim.


8. Air terjun Moramo (100 meter)
Terletak 65 km di sebelah timur Kendari, Air Terjun Moramo mudah diakses oleh mobil atau dengan perahu. Keunikan dari air terjun ini yakni memiliki tingkatan sebanyak 127 tingkatan setinggi 100 meter sepanjang 2 km diperbukitan dataran tinggi Sulawesi Tenggara. Dan dikelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara.


7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)
Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.


6. Air Terjun Sedudo (105 meter)
Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari Nganjuk. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


5. Air terjun Jarakan (115 meter)
Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.


4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)
Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.


3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)
Terletak di Ngarai Harau, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.

2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.


1. Air terjun Sigura gura (250 meter)
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.
 

sumber

Inilah 10 Presiden Amerika Termuda


1. Theodore Roosevelt  Terpilih Umur  42   Tahun
Theodore Roosevelt, Jr. (lahir di New York City, di Gramercy, Manhattan, 27 Oktober 1858 � meninggal di Oyster Bay, New York, 6 Januari 1919 pada umur 60 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang Ke-26 . Menjabat dua kali masa jabatan pada tahun 1901 hingga 1909 . Sebelum menjadi presiden Roosevelt adalah wakil presiden Amerika Serikat di bawah Presiden William McKinley
______________________________________________________________________________________________
2.  John F. Kennedy   Terpilih umur 43 Tahun
John Fitzgerald Kennedy (lahir di Brookline, Massachusetts, 29 Mei 1917 � meninggal di Dallas, Texas, Amerika Serikat, 22 November 1963 pada umur 46 tahun), sering disebut John F. Kennedy,  atau JFK adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-35. Pada 1960, ia menjadi termuda yang dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan termuda kedua setelah Theodore Roosevelt untuk jabatan presiden.
______________________________________________________________________________________________
3.  Bill Clinton   Terpilih Umur   46   Tahun
William Jefferson Clinton (lahir di Hope, Arkansas, 19 Agustus 1946  umur 65 tahun dengan nama William Jefferson Blythe III) adalah Presiden Amerika Serikat ke-42. Ia menjabat dua kali masa jabatan periode 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001. Sebelum terpilih menjadi presiden, Clinton selama sekitar 12 tahun adalah Gubernur Arkansas yang ke-50 dan ke-52. Istrinya, Hillary Rodham Clinton, adalah Senator dari daerah pemilihan New York.  Clinton mendirikan yayasan William J. Clinton Foundation dan menjadi ketuanya.
______________________________________________________________________________________________
4.     Ulysses S. Grant    Terpilih Umur 46  Tahun
Ulysses S. Grant terlahir Hiram Ulysses Grant (lahir di Point Pleasant, Ohio, 27 April 1822 � meninggal di Mount McGregor, New York, 23 Juli 1885 pada umur 63 tahun) adalah seorang jenderal Amerika dan Presiden Amerika Serikat (1869�1877) yang ke-18. Ia menjabat presiden selama dua masa jabatan berturut-turut antara tahun 1869 hingga 1877
______________________________________________________________________________________________
5. Barack Obama   Terpilih Umur 47 Tahun
Barack Hussein Obama II ( lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961  umur 50 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang sekarang menjabat dan merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-44.  Barackmenjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008. Pada tahun 2009, Obama diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel karena mempromosikan diplomasi internasional untuk memecahkan masalah-masalah internasional.
______________________________________________________________________________________________
6.   Grover Cleveland Terpilih umur 47 Tahun
Stephen Grover Cleveland (lahir di Caldwell, New Jersey, 18 Maret 1837 � meninggal di Princeton, New Jersey, 24 Juni 1908 pada umur 71 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-22 (1885�1889) dan ke-24 (1893�1897)[2].  Ia adalah satu-satunya presiden yang menjabat dua kali secara tak berurutan. Ia juga merupakan satu-satunya Demokrat yang terpilih sebagai presiden pada masa ketika Partai Republik mendominasi politik antara 1860 dan 1912.
______________________________________________________________________________________________
7.     Franklin Pierce Terpilih Umur  48 Tahun
Franklin Pierce (lahir di Hillsborough, New Hampshire, 23 November 1804 � meninggal di Concord, New Hampshire, 8 Oktober 1869 pada umur 64 tahun) adalah politikus Amerika dan Presiden Amerika Serikat ke-14, menjabat pada 1853-1857. Pierce berasal dari Partai Demokrat dan didampingi oleh William R. King sebagai wakil presiden. Pada masa Presiden Franklin Pierce, Amerika sedang di ambang bahaya perpecahan perang saudara. Sejarah mencatat bahwa Franklin Pierce terpilih menjadi presiden dengan perbedaan tipis dari pesaingnya dengan harapan bahwa Franklin Pierce dapat meredam perang saudara.
______________________________________________________________________________________________
8. James Garfield  Terpilih Umur 49 Tahun
James Abram Garfield (lahir di Moreland Hills, Ohio, 19 November 1831 � meninggal di Elberon (Long Branch), New Jersey, 19 September 1881 pada umur 49 tahun) adalah seorang mayor jenderal Tentara Amerika Serikat, anggota Kongres Amerika Serikat, Presiden Amerika Serikat yang ke-20 . Dengan masa jabatan tahun 1881 selama empat bulan. Ia terbunuh pada masa jabatannya dan digantikan oleh wakilnya,Chester Arthur.
______________________________________________________________________________________________
9.  James K. Polk   Terpilih Umur  49 Tahun
James Knox Polk adalah presiden ke 11th  yang terpilih di United States pada tahun (1845�1849).  Polk yang di sebut namanya lahir Mecklenburg County, North Carolina, Ia merupakan presiden Termuda pada waktu terpilih.
______________________________________________________________________________________________
10.  Millard Fillmore  Terpilih pada umur   50  tahun

Millard Fillmore (lahir di Summerhill, New York, 7 Januari 1800 � meninggal di Buffalo, New York, 8 Maret 1874 pada umur 74 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat ke-13, menjabat pada 1850-1853. Sebelumnya, ia menjabat menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Ia menjadi presiden atas konstitusi Amerika, menggantikan Presiden Zachary Taylor yang wafat karena penyakit gastroenteritis yang akut. Millard Filmore menjabat tiga tahun, dari tahun 1850 hingga 1853. Ia adalah anggota Whig dan semasa menjabat menjadi presiden tidak didampingi oleh wakil presiden.

Buruh Pabrik Ini Bisa Ubah Daun Jadi Uang


Bukan sulap bukan sihir. Abuyah alias Sarudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini dengan lihainya mempraktekan cara "mengubah" daun menjadi uang.
Pertama-tama, ia menggenggam selembar daun seukuran kepalan tangan. Daun itu kemudian ia remukkan ke dalam kepalan tangan. Saat tangan dibuka lagi, muncullah uang dengan nominal Rp 50.000 dan Rp 100.000.
Dengan keahlian Abuyah ini, ia pun kerap kali diminta tolong para pedagang pasar yang sedang butuh uang lebih. Namun, saat ditelusuri aparat kepolisian, aksi Abuyah itu terbukti tipu daya belaka. Abuyah bersama dua orang rekannya yakni Komarudin dan Taufik Hidayat bahkan kini harus meringkuk di sel tahanan Polda Metro Jaya setelah ketahuan memperdaya para korban hingga menimbulkan kerugian hingga Rp 1 miliar.
Di hadapan para penyidik, Abuyah mengungkapkan caranya menipu para korban. Ternyata sebelum mengambil daun, Abuyah sudah terlebih dulu menyelipkan uang dengan nominal besar di bawah telapan tangan yang diselipkan ke dalam cincin besarnya. Saat daun dimasukkan ke dalam tangan, secara perlahan ia renggangkan cincinnya dan jatuhlah uang nominal yang diduga para korban berasal dari daun tersebut.
Kepala Subdit Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, mengatakan sudah ada enam orang korban yang melapor ke aparat kepolisian terkait kasus ini. "Total kerugian yang ditimbulkan komplotan ini mencapai Rp 1 miliar," ungkap Herry, Selasa (3/4/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Untuk meyakinkan para korban, pelaku biasanya membuat pembagian peran. Abuyah biasanya berperan sebagai "orang sakti" yang mampu mengubah daun jadi uang. "Supaya orang yakin, mereka juga pakai baju gamis, sajadah, dan membaca doa-doa," papar Herry.
Sementara dua rekan Abuyah yakni Komarudin dan Taufik Hidayat biasa menjadi orang asing yang turut melihat dan meyakini "kesaktian" Abuyah agar para korban semakin percaya. Sedangkan, satu orang lagi yakni Salim Lencam kini berstatus buron. Salim berperan mencari calon korban.
"Biasanya yang disasar adalah pedagang pasar yang berpendidikan rendah sehingga mereka percaya begitu saja menyerahkan uangnya kepada para pelaku ini," tutur Herry.
Biasanya usai korban menyerahkan satu tas berisi uang kepada pelaku, pelaku menukarnya dengan tas berisi daun yang diyakini akan berubah menjadi uang dengan nilai 10 kali lipat dari uang sebelumnya. Syaratnya, tas itu harus dibuka 15 menit setelah pertemuan usai.
"Saat korban pulang ke rumah, dia baru sadar ternyata isinya hanya daun-daun dan tidak berubah jadi uang," imbuh Herry.
Sementara itu, Abuyah kepada wartawan menuturkan bahwa dirinya belajar secara otodidak melakukan tipu muslihat itu. "Biasanya saya lakuin di pasar," ucap Abuyah yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini.
Dari hasil menipu, komplotan ini berhasil membeli satu unit mobil Toyota Avanza dan 1 unit sepeda motor Vario Techno. Setelah beraksi selama 1 tahun, Abuyah, Komarudin, dan Taufik Hidayat berhasil ditangkap dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.